Kuningan – Senandung lagu “Tanah Airku” dan “Pancasila Rumah Kita” yang dilantunkan Kaila Dwi Putri warnai kekhidmatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kabupaten Kuningan dengan Inspektur Upacara Bupati Dian Rachmat Yanuar, di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (20/5/2026).
Alunan resonansi keras dan bulat namun tak lepas dari balutan kelembutan suara murid kelas 5, SD 17, Kuningan itu seakan menghipnotis para peserta upacara yang terdiri dari berbagai unsur, mulai Wakil Bupati Kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, para kepala perangkat daerah, camat, pimpinan BUMN, BUMD, hingga organisasi wanita.
Penampilan Kaila dengan kesan menggetarkan suasana sekaligus membawa sentuhan emosional dalam prosesi upacara tampak mampu menghadirkan apresiasi yang tak hanya terwujud dalam riuhnya tepuk tangan Bupati Kuningan serta seluruh peserta, tetapi juga permintaan untuk kembali membawakan satu buah lagu.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar memandang, momen sederhana tersebut menjadi salah satu bagian paling membekas dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Di tengah semangat nasionalisme dan pesan menjaga generasi bangsa, suara Kaila seolah menjadi simbol bahwa masa depan Indonesia berada di tangan anak-anak yang memiliki keberanian, bakat, dan semangat untuk terus berkembang.
“Kehadiran Kaila dalam upacara Harkitnas bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa juga lahir dari perhatian terhadap tumbuh kembang generasi muda. Dukungan dan apresiasi yang diberikan kepada anak-anak berbakat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat mereka untuk meraih masa depan,” ucapnya.
Sementara saat memberikan amanat dalam pelaksanaan upacara, Bupati Dian menyampaikan, bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah tahunan, melainkan momentum untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
“Bangsa Indonesia dibangun bukan hanya dengan kekuatan fisik, tetapi juga dengan kekuatan gagasan, persatuan, integritas, dan pengorbanan seluruh elemen bangsa. Dan seperti kita tahu bersama, tantangan saat ini tidak lagi sebatas persoalan teritorial, melainkan telah bergeser pada tantangan kedaulatan informasi dan transformasi digital,” tutur Dian. (Redaksi)

