Kuningan – Selain membahas makna dari kegiatan Tarawih Keliling (Tarling), Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan Wawan Setiawan juga menegaskan, bahwa kemajuan daerah sejatinya berangkat dari tingkat paling bawah, yakni desa dan kecamatan.
Hal itu disampaikan Wawan saat mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U Kusmana, yang tidak bisa hadir dalam kegiatan terakhir rangkaian Tarling Safari Ramadan 1447 Hijriah Tim III Pemerintah Kabupaten Kuningan, di Masjid Al-Furqon, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Jumat (6/3/2026).
Menurut Wawan, kegiatan tarawih keliling bukan sekadar agenda rutin, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam untuk mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat.
“Tarawih keliling ini merupakan perjalanan batin yang mendekatkan masyarakat dengan para pemimpinnya. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat kebersamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Nilai ketakwaan yang ditanamkan selama bulan Ramadan, kata Wawan, menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Taqwa adalah modal besar dalam meraih keberhasilan pembangunan. Karena itu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat,” katanya.
Dan kemajuan daerah, ditegaskan Wawan, sejatinya berangkat dari tingkat paling bawah, yakni desa dan kecamatan sebagai ujung tombak keberhasilan pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah tidak lahir dari tingkat kabupaten, tetapi dimulai dari desa. Desa dan kecamatan merupakan ujung tombak keberhasilan pembangunan daerah. Jika desa kuat dan maju, maka kabupaten pun akan ikut maju,” tandasnya.
Diakhir kalimatnya Wawan mengungkapkan, bahwa Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial, di antaranya melalui kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Seraya mengajak, seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap kegiatan sosial dengan berbagi dan memberikan santunan kepada yatim, dhuafa, fakir, dan miskin. Mari kita jadikan Ramadan tetap hidup setiap hari. Karena daerah yang maju bukan hanya yang jalannya mulus, tetapi masyarakatnya yang lurus,” ungkapnya.
Kegiatan tarling dengan sambutan antusias masyarakat Desa Bojong yang hadir untuk melaksanakan ibadah sekaligus bersilaturahmi bersama jajaran pemerintah daerah, khususnya Tim III yang terdiri dari kepala perangkat daerah, pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah, jajaran Baznas Kabupaten Kuningan itu dihadiri pula oleh Camat Cilimus beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Bojong dan perangkat desa, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. (Yud’s)

