Kuningan – Berawal dari keinginan melestarikan, menjaga kemuliaan dan kehormatan, sekaligus menularkan kecintaan pada penikmat, serta pelaku musik Dangdut di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan D’jakaro didirikan.
Karena, kata Asep Sapari, leader dari grup dangdut klasik tersebut, saat ini keorsinilan Orkes Melayu, atau Dangdut Klasik seakan mulai terkikis oleh gerusan arus zaman, sudah tercampur dengan musik lain, terutama yang datang dari belahan barat.
“D’jakaro yang beranggotakan musisi Dangdut atau Melayu senior yang konsen mengumandangkan lagu lagu Dangdut Klasik hadir dengan semangat perjuangan dalam menjaga kemuliaan, serta kehormatan musik Dangdut, ditengah gempuran modernisasi musik Dangdut yang terkadang melenceng ke arah yang menonjolkan sensualitas, yang sebetulnya mencederai kehormatan musik Dangdut itu sendiri,” kata Asep, Jumat (25/7/2025).
Dijelaskan Asep, yang merupakan Ketua DPD Paguyuban Seniman Seniwati Pasundan (PSSP) Kabupaten Kuningan, dan mantan Ketua DPC Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI), dan kini atas permintaan UNESCO diganti menjadi Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) itu, bahwa D’jakaro terbentuk dari kesepakatan 4 grup Dangdut senior Kuningan yaitu, Asri Nada, Acaca, Apgeta, dan Harista.
“Kebetulan, saya akan kembali ditunjuk menjadi Ketua PAMDI, sehingga ini sebuah kesempatan supaya lebih leluasa dalam melakukan perjuangan itu. Apalagi keinginan ini mendapat dukungan dari para seniman Dangdut senior, khususnya dari grup-grup yang namanya sudah melegenda di Ranah Kuningan, seperti Asri Nada, Acaca, Apgeta, dan Harista,” jelas Asep.
Diperinci Asep, para personil D’jakaro itu sendiri diantaranya, Asep sapari (bassist sekaligus leader), Alex (lead gitar), Sumo (rhythm gitar), Ading Kampleng (lead keyboard & string), Wawan Jebod (keyboard), Ahmali (suling), Didi Apgeta (tabla), Hanshandana (drum), Anto (tamborine ), Yan picay (biduan/vokalis), Ica rachmani (vokalis wanita/biduanita), Ade Fitria (biduanita), Ida Purwa (biduanita), Elly Widis (biduanita), serta MC Deni Saputra.
“Disamping itu terbentuknya Grup D’jakaro tidak lepas dari adanya Team Support seperti, Dadang Acaca juga Eman Harista. Dan Alhamdulillah mulai Jumat (18/7/2025) kami pentas di Panggung Ekraf, Kompleks Puspa Siliwangi Kuningan, dan itu akan terus berlangsung dua minggu sekali. Semoga keinginan kami ini mendapat dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, sehingga bisa berkembang dan bisa mewujudkan harapan, mengembalikan musik Dangdut pada kemurniannya,” tutur Asep. (Yud’s)

