KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Manajemen Persatuan Sepakbola Indonesia Kuningan (PESIK) bergerak cepat menindaklanjuti Rapat Koordinasi persiapan Liga Nusantara 2026/2027.
Setelah beraudiensi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana pada Senin (22/9/2026), Manajer PESIK Nono Sujono bersama Sekretaris Asep Ismanto langsung menggelar pertemuan teknis dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala Disporapar dan dihadiri Plt. Kadisporapar Ucu Suryana, Sekretaris Dinas Ritto Riswanto, serta Kepala UPTD Sarana Olahraga Budiana Suparman.
Fokus utama pertemuan adalah percepatan rehabilitasi Stadion Mashud Wisnusaputra yang akan menjadi homebase PESIK Kuningan di Liga Nusantara.
Manajer PESIK Kuningan, Nono Sujono mengatakan, pihaknya menanyakan secara detail progres renovasi lapangan pertandingan. Hal ini berkaitan dengan tenggat pendaftaran homebase kompetisi yang ditetapkan operator liga.
“Dari pihak owner menanyakan progres renovasi lapangan, dan Pak Efendy menanyakan hal itu karena berkaitan dengan pendaftaran homebase,” ujar Nono.
Nono memaparkan sejumlah poin krusial yang harus segera dibenahi. Mulai dari perawatan rumput dengan pemberian nutrisi dan penyiraman rutin, perataan permukaan dengan pasir, hingga perbaikan sistem drainase.
Selain lapangan, ia juga menyoroti fasilitas penunjang yang wajib sesuai standar Liga Nusantara, meliputi penataan ruang ganti pemain, ruang wasit, ruang pers, dan pengecekan menyeluruh terhadap lampu stadion.
“Kami berharap pihak Disporapar segera bergerak melakukan hal tersebut,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Plt. Kadisporapar Kuningan Ucu Suryana langsung merespons dengan instruksi konkret. Ia memerintahkan pembentukan tim investigasi dan mitigasi untuk turun langsung melakukan pengecekan fisik ke stadion.
“Inventarisir yang harus direnovasi, dan secepatnya dibuat laporan kepada Bupati dan Sekda,” tegas Ucu.
Senada, Sekretaris Disporapar Ritto Riswanto menyatakan pihaknya akan segera mengosongkan dan menutup sementara penggunaan lapangan untuk umum. Pihaknya juga akan segera mengajukan nota dinas untuk kebutuhan anggaran renovasi.
Sementara itu, Kepala UPTD Sarana Olahraga Budiana Suparman mengakui ada dilema terkait penutupan stadion, terutama menyangkut target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi sewa lapangan.
Namun, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh perjuangan PESIK Kuningan berlaga di kasta ketiga sepak bola nasional tersebut.
“Pada prinsipnya kami mendukung PESIK Kuningan, serta akan langsung melakukan inspeksi ke Stadion Mashud Wisnusaputra,” pungkas Budiana. (Redaksi)

