KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Setelah sukses digelar di Kecamatan Subang pada Selasa [8/9/2026], kegiatan Bupati Saba Lembur kembali diselenggarakan di Lapang Sepak Bola Desa/Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Kamis malam, 10 September 2026. Dan kembali masyarakat-pun menyambut antusias acara yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan tersebut.
Bupati Saba Lembur bukan sekadar panggung hiburan rakyat. Program ini mengintegrasikan seni budaya Sunda, edukasi, pelayanan publik, hingga pesan kemanusiaan dalam satu ruang pertemuan langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Panggung Saba Lembur berlangsung semarak. Penampilan seni tari dan tembang berfilosofi seperti lagu Indung berpadu dengan lawak Sunda bodoran dari Cepot, Ceu Popon, dan Ohang yang mengundang gelak tawa penonton. Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan home band dan penyanyi Ega Novianti.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bahkan turut naik panggung, berinteraksi langsung dengan warga. Ia menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, sekaligus membagikan doorprize kepada warga yang mengikuti tari bersama yang diiringi lagu Kuningan Melesat.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Di balik hiburan, Saba Lembur menyisipkan segmen bermakna, yakni Ngaji Diri, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta gerakan “Bupati Heman ka Budak, jeung Nyaah ka Indung” — sebuah ajakan untuk membangun kepedulian, empati, dan solidaritas sosial terhadap anak dan ibu di lingkungan sekitar.
Bagi Bupati Dian, Saba Lembur adalah manifestasi pemerintahan yang turun ke bawah, bukan menunggu di balik meja kantor.
“Ini sebuah program hiburan tapi mendidik, tontonan tapi tuntunan,” ujar Dian di hadapan ribuan warga Mandirancan.
Ia menegaskan, seni dan budaya Sunda harus terus dikenalkan kepada generasi muda karena mengandung kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan saat ini.
“Saba Lembur menjadi sarana untuk menghidupkan kembali tradisi dan budaya daerah melalui kemasan yang dekat dan dicintai masyarakat,” katanya.

22 Layanan Publik Dibawa Langsung ke Desa
Sebelum panggung hiburan malam hari, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah membawa 22 jenis pelayanan publik langsung ke Desa Mandirancan pada siang harinya.
Layanan yang dihadirkan meliputi administrasi kependudukan, layanan kesehatan gratis, perizinan usaha, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga Pelayanan Kuningan SIPP. Warga dapat mengurus dokumen, berobat, dan mendapatkan pangan murah tanpa harus datang ke pusat kota.
“Pemerintah tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke kantor. Pejabat dan pelayan publik harus turun langsung agar dapat melihat dan memahami kondisi warga secara lebih dekat,” tegas Dian.
Turut hadir mendampingi Bupati, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua Hari Jadi ke-528 Kuningan U. Kusmana, S.Sos., Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan Hj. Ela Dian Yanuar, perwakilan Kapolres Kuningan, serta perwakilan Dandim 0615/Kuningan.
Antusiasme warga Mandirancan menjadi bukti bahwa ruang dialog langsung seperti Saba Lembur masih sangat dibutuhkan. Pemerintah tidak hanya hadir membawa program dan pelayanan, tetapi juga mendengar aspirasi, menghibur, merawat budaya, dan menyapa masyarakat dari hati ke hati. (Redaksi)

