KUNINGAN JURNALINFORMASI.COM – Kementerian Sosial RI melalui Sentra Phalamartha Sukabumi menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai lebih dari Rp383 juta untuk 160 warga rentan di Kabupaten Kuningan.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Jalan Pramuka Gang Tunas III No. 45, Purwawinangun, Kamis (27/8/2026).
Penerima manfaat berasal dari tiga kelompok, yakni lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan keluarga peserta didik Sekolah Rakyat. Penyaluran dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., M.T., Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi Febraldi, M.Si., serta jajaran terkait.
Kepala Sentra Phalamartha Sukabumi, Febraldi, mengungkapkan, program ATENSI dirancang untuk meningkatkan keberfungsian sosial dan kemandirian penerima.
“Bantuan ini adalah program Kementerian Sosial untuk lansia, disabilitas, anak terlantar, korban penyalahgunaan napza dan lain-lain. Di Kuningan kali ini menyasar 160 orang dari kelompok rentan, khususnya lansia, disabilitas, dan keluarga anak-anak Sekolah Rakyat,” ungkap Febraldi.
Ia berharap bantuan usaha yang diberikan dapat dikelola secara berkelanjutan untuk menambah penghasilan keluarga. Febraldi juga mendorong penguatan akses layanan terapi bagi penyandang disabilitas di Kuningan yang masih membutuhkan kemudahan pelayanan.
Apresiasi disampaikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar atas perhatian pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara.
“Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah urang. Di kala urang nuju sesah, kasulitan, kaum lansia, penyandang disabilitas, maupun orang tua yang putra-putrinya sekolah di Sekolah Rakyat, pemerintah siap membantu,” tutur Dian.
Dian menekankan, bantuan tidak boleh berhenti sebagai santunan sesaat. Bagi penyandang disabilitas, bantuan diharapkan menjadi penopang hidup mandiri. Bagi lansia, untuk memenuhi kebutuhan dasar dan modal wirausaha.
“Ngawangun teh sanes ngan ngawangun jembatan anu weweg atawa jalan anu sae. Tapi oge ngawangun kumaha masyarakat berdaya, mandiri, aman jeung nyaman,” ucapnya.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan visi Kuningan Melesat: Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Bupati menyebut program ATENSI selaras dengan program daerah Gema Sadulur, yakni Gerakan Bersama Ngariksa Kaum Dhuafa, Lanjut Usia, dan Pengangguran.
“Gema Sadulur teh saluyu sareng program nu ayeuna, ATENSI, anu lewat Sentra Phalamartha di Sukabumi. Ieu saluyu pisan,” kata Bupati Dian.
Ia menegaskan keterbatasan APBD menuntut kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, CSR dunia usaha, Baznas, hingga dermawan. Kolaborasi itu terbukti berhasil dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ratusan unitnya terbangun tanpa APBD.
Sementara terkait Sekolah Rakyat, Dian menyebut program strategis nasional itu menjadi pemutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 agar tetap bisa meraih cita-cita tanpa terkendala ekonomi.
“Mimpi jadi dokter, profesor, tentara, polisi, kiai, camat, bupati, bahkan gubernur adalah hak semua warga. Cita-cita anak tidak boleh dibatasi pedah orang tuana teu mampu,” tegasnya.
Sementara, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 38 Kuningan, Efa Septia Nurida, menilai sinergi tersebut sangat tepat.
“Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional yang tujuan utamanya adalah untuk mengentaskan atau memutus tali kemiskinan, ini sangat sinergis. Anak-anaknya ada di Sekolah Rakyat untuk mengikuti pendidikan dan orang tuanya dengan bantuan ATENSI ini menjadi berdaya,” ujar Efa.
Pemkab Kuningan berharap dukungan Kemensos terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak penerima pelayanan kesejahteraan sosial yang pulih, bangkit secara ekonomi, dan hidup mandiri. (Redaksi)

