BANDUNG, JURNALINFORMASI.COM – Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPD Partai Demokrat Jawa Barat yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (24/8/2026) malam.
Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero, secara terbuka meminta kader Demokrat di Jawa Barat meniru gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai dekat dengan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Herman usai menetapkan H. Anton Sukartono Suratto secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026-2031.
“Masyarakat Jawa Barat itu memilih dengan hati. Kedekatan pemimpin dengan rakyat menjadi kunci. Karena itu saya minta kader Demokrat belajar dari Kang Dedi Mulyadi, banyak turun ke masyarakat, dengarkan aspirasi warga,” ujar Herman Khaeron.
Menurut Herman, yang juga menjabat Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Musda bukan hanya soal memilih ketua, tetapi refleksi dan perumusan strategi untuk merebut kembali hati masyarakat Jabar.
“Demokrat Jabar pernah berjaya dengan 28 kursi legislatif dan menduduki pimpinan di hampir seluruh daerah. Kita harus kembali menyentuh hati masyarakat Jabar,” tegasnya.
Musda VI kali ini digelar melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) karena percepatan. Seharusnya Musda digelar 5 tahun sekali sesuai AD/ART, namun kepengurusan saat ini baru berjalan 4 tahun 4 bulan.
“Percepatan dilakukan karena konsolidasi organisasi sebelumnya sempat terkendala,” kata Herman.
Hingga batas akhir verifikasi, hanya satu nama yang memenuhi syarat dengan dukungan bulat dari 27 Ketua DPC kabupaten/kota se-Jawa Barat plus satu organisasi sayap partai. Anton Sukartono Suratto yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI, pun ditetapkan secara aklamasi.
Keputusan akhir selanjutnya akan ditetapkan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Dalam pesan yang dititipkan AHY, seluruh kader diminta menjaga soliditas dan tidak terjebak romantisme masa lalu.
“Kemenangan tidak akan jatuh dari langit atau langsung mendapat karpet merah. Demokrat memang pernah menang di Jawa Barat, tetapi jangan terjebak romantisme masa lalu. Masyarakat tidak butuh nostalgia, mereka butuh kepastian masa depan,” demikian pesan AHY yang dibacakan pimpinan sidang.
Pujian Lintas Partai untuk Dedi Mulyadi
Pujian Herman Khaeron kepada Dedi dinilai bukan tanpa alasan. Sejak Pilgub 2019, Partai Demokrat telah bersama Dedi Mulyadi, dan pada Pilgub 2024 lalu Demokrat resmi menjadi bagian koalisi pengusung pasangan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan bersama Gerindra, Golkar, PAN, dan PSI.
Gaya komunikasi Dedi yang blusukan, aktif di media sosial, dan merespon langsung keluhan warga menjadi perhatian lintas partai. Herman menilai itu sebagai modal penting dalam membangun kepercayaan publik di Jabar.
Tanggapan KDM atas Pujian Herman Khaeron
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang hadir langsung dalam Musda tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun dengan Fraksi Demokrat.
“Harapan terbesarnya, Demokrat terus menjadi sahabat pemerintah melalui fungsi representasi partai dan fraksinya. Selama ini komunikasi dengan DPD maupun pimpinan fraksi berjalan sangat baik, sehingga dinamika di DPRD relatif kondusif,” ujar Dedi.
Sementara saat menanggapi pujian Herman Khaeron, Dedi mengaku dirinya menempatkan hubungan dengan semua partai politik sebagai bagian dari upaya membangun Jawa Barat secara kolaboratif.
“Selama ini bisa berjalan dengan baik. Kita bisa melihat dinamika di DPRD selama ini juga relatif baik untuk menyelesaikan target-target pembangunan,” pungkas Dedi. (Redaksi)

