MALANG, JURNALINFORMASI.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 65 menggelar edukasi literasi keuangan dan pendampingan digitalisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (22/8/2026).
Program ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha desa dalam pengelolaan keuangan yang profesional sekaligus mendorong adaptasi terhadap ekosistem ekonomi digital.
Puluhan pelaku UMKM setempat mendapatkan pembekalan materi literasi keuangan secara langsung dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), M.S. Wahyudi, S.E., M.E., Ph.D.
Dalam pemaparannya, Wahyudi menekankan tiga fondasi utama pengelolaan usaha berkelanjutan, yakni pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, kemampuan mengelola arus kas masuk dan keluar, serta disiplin memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.
“Problem klasik UMKM bukan pada omzet, tapi pada pengelolaan. Banyak usaha yang terlihat ramai, tapi tidak tahu laba ruginya karena keuangan pribadi dan usaha masih tercampur,” ujar Wahyudi di hadapan peserta.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Singosari. Ketua PCM Singosari, Ahmad Saifudin, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi masyarakat desa.
Menurutnya, penguatan ekonomi digital di tingkat desa menjadi kunci agar UMKM tidak tertinggal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Tak hanya edukasi teoritis, mahasiswa KKN MAS 65 juga melakukan pendampingan praktis. Mereka membantu pelaku UMKM mulai dari proses pendaftaran, verifikasi, hingga pembuatan QRIS, serta pemasangan stiker QRIS di masing-masing tempat usaha.
Pendampingan door-to-door ini dilakukan untuk memastikan pelaku usaha benar-benar siap menerapkan sistem pembayaran nontunai dalam transaksi harian, sehingga lebih praktis, aman, dan tercatat.
Perwakilan Mahasiswa KKN MAS 65, Riska, mengatakan program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi warga.
“Melalui program ini, kami berharap pelaku UMKM Desa Baturetno dapat lebih mudah dalam mengelola transaksi usaha dan mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan bisnis mereka,” kata Riska.
Dengan adanya literasi keuangan dan adopsi QRIS ini, pelaku UMKM Desa Baturetno diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola usaha, memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi pelanggan, serta lebih siap dan adaptif menghadapi perkembangan ekonomi digital nasional. (Vikru Shofin Wildani)

