MALANG, JURNALINFORMASI – Kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan bijak menggunakan obat sejak dini terus digencarkan. Peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah [KKN MAs] Kelompok 66 menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] dan Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang [DAGUSIBU] Obat kepada puluhan siswa MTs Miftahul Ulum Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kerja bidang kesehatan yang diusung KKN MAs Kelompok 66 dengan sasaran peserta didik tingkat menengah pertama.
Dalam sesi PHBS, mahasiswa memberikan pemahaman komprehensif tentang praktik kebersihan diri dan lingkungan sebagai fondasi utama pencegahan penyakit. Mulai dari kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga pentingnya pola hidup sehat dalam aktivitas harian.
Sementara pada sesi DAGUSIBU, siswa dibekali pengetahuan praktis mengenai tata kelola obat yang benar. Materi meliputi cara mendapatkan obat dari sumber resmi, memahami aturan pakai dan dosis, cara menyimpan obat sesuai jenisnya, hingga cara membuang obat kedaluwarsa atau rusak agar tidak mencemari lingkungan dan disalahgunakan.
Edukasi ganda ini diharapkan mampu membentuk kesadaran bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari kebiasaan paling sederhana.
Penanggung jawab program kerja, Oktavia, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gombong [UM Gombong], menegaskan pentingnya literasi kesehatan di kalangan remaja.
“Dalam situasi apa pun kita harus pandai menjaga kesehatan dan kebersihan. Begitu juga dalam menggunakan obat, harus dilakukan dengan baik dan benar, sesuai dengan resep dari dokter atau aturan pemakaiannya. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk kita pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Oktavia di sela kegiatan.
Pantauan di lokasi, sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi secara satu arah, tetapi juga diajak berdiskusi dan simulasi penerapan PHBS dan DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari, sehingga suasana menjadi hidup dan mudah dipahami.
Melalui program ini, KKN MAs Kelompok 66 berharap bekal pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan siswa di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari semangat “Mengabdi, Berkarya, Berdampak” yang diusung KKN MAs 2026 dalam memberikan kontribusi dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan di lingkungan pendidikan. (Izzatun Nawawi)

