Cirebon – Setelah sebelumnya dilaporkan sebanyak 14 jenazah korban bencana longsor kawasan tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat berhasil ditemukan dan dievakuasi, dimana salah satunya adalah Andri (41), yang merupakan warga Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Jelang sore, atau sekitar pukul 16.36 WIB, Sabtu (31/5/2025), tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali berhasil mengevakuasi 3 jenazah dari 11 orang yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga korban bencana.
Dalam laporannya, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, dengan ditemukannya kembali 3 korban, sehingga sampai pukul 17.45 WIB korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor di tambang galian C yang dikelola Koperasi Pondok Pesantren Al Azhariah itu berjumlah 17 jiwa.
3 korban tersebut teridentifikasi diantaranya, Sakira Bin Jumair (40) asal Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Sanadi Bin Darya (45) asal Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, dan Sunadi (31) asal Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Selain itu, dalam kaji cepat pihak BNPB juga sementara mencatat terdapat 4 unit alat berat ekskavator dan 7 unit mobil dump truck turut tertimbun material longsor.
Sementara, Pranata Ahli Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, selain itu, terdapat sebanyak sembilan korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, serta kini dirawat intensif di RS Sumber Urip, diantaranya Rion Firmansyah, warga Gunung Santri, Rio dan Rino warga Cikalahang, Suwandi warga Girinata, Ervan Hardiansyah warga Blok Siliasih, Aji warga Beberan, Safitri dan Abdul Rohim warga Kertajati.
“Operasi pencarian dan penyelamatan korban masih menjadi prioritas penanganan darurat saat ini. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Jabar, BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga telah menghentikan operasi pencarian hari ini pada pukul 17.45 WIB, dan akan dilanjutkan pada besok hari, demi keselamatan tim gabungan di lapangan, mengingat rawannya kondisi, serta minimnya pencahayaan,” katanya. (redaksi)

