Bandung – Hadapi Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 Pemerintah Provinsi Jawa Barat pastikan seluruh ruas jalur jalan provinsi dalam kondisi mulus serta bebas lubang, sehingga arus mudik dan balik bisa berjalan aman dan lancar.
Saat ini, kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat Agung Wahyudi, kondisi jalan yang telah mulus, selesai diperbaiki mencapai 91,68 persen, atau sekitar sepanjang 2.362,183 kilometer.
“Jalan yang berlubang sedang kami perbaiki, sehingga saat mudik dan balik Idul Fitri nanti kami pastikan tidak akan ada lagi jalan yang berlubang,” kata Agung.
Selain itu, menurut Agung, perhatian khusus Pemprov Jabar juga diarahkan pada resiko teknis di jalur mudik dengan menyiagakan 19 titik Disaster Relief Unit (DRU), unit yang berfungsi sebagai garda terdepan untuk mengantisipasi kerusakan mendadak, maupun bencana alam di jalur padat.
Operasional DRU akan dikawal langsung oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti, tim yang divalidasi untuk bergerak cepat menangani kerusakan jalan di area perkotaan, titik rawan kecelakaan, hingga lokasi yang dilaporkan masyarakat secara mendesak.
“Tim dilengkapi dengan berbagai peralatan, yakni 20 mini excavator, 56 dump truck, enam jembatan bailey, 40 pick up, enam wheel loader, serta 81 pemadat,” ucapnya.
Dijelaskan Agung, alat tersebut akan disebar secara strategis ke 19 titik diantaranya, wilayah Bogor, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya.
Perhatian Pemprov tak hanya sebatas penataan infrastruktur jalan, namun aspek pelayanan pemudik juga diperkuat dengan penyediaan 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di enam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Posko-posko ini dirancang sebagai layanan satu tempat (one-stop service) bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.
Agung menerangkan, selain menyediakan tempat istirahat, air minum, dan toilet, petugas di posko akan menyuplai informasi krusial mengenai jalur alternatif, titik rawan bencana, serta pemetaan kemacetan terkini.
“Matangnya persiapan tersebut diharapkan bisa meminimalisir gangguan bencana saat perjalanan mudik dan balik,” jelas Agung. (Redaksi)

