Kuningan – Sempat dipertanyakan ketidak hadiran Bupati H. Dian Rachmat Yanuar saat aksi damai digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kuningan bertepatan dengan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, di Jalan Siliwangi, depan Pendopo, Jumat (20/2/2026).
Tidak seperti biasanya, Bupati Dian menjumpai langsung para peserta aksi, namun karena sedang menjalankan agenda kedinasan di Jakarta sesuai jadwal resmi Pemerintah Kabupaten Kuningan, menurut Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, hal itu tidak bisa dilakukan, dan diwakili oleh dirinya.
Dijelaskan Tuti, berdasarkan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya, Bupati melakukan pertemuan/audensi strategis dengan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Jakarta Selatan, guna membahas percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kuningan. Selain itu, Bupati juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Agenda ini telah terjadwal beberapa hari sebelumnya, tepatnya tiga hari sebelumnya Bupati Kuningan H. Dian akan bertemu dua kementerian, yaitu PUPR dan Kemendikbudristek. Bahkan tadi setelah salat Jumat beliau mengabarkan sudah ada hasil yang baik untuk usulan lanjutan anggaran jalan timur-selatan dan Kepentingan Pendidikan,” ujar Tuti.
Menyinggung isu getah pinus dan kawasan hutan yang turut disuarakan mahasiswa, Wakil Bupati menjelaskan, bahwa persoalan tersebut menjadi kewenangan kementerian terkait, termasuk Kementerian Kehutanan. Pemerintah daerah, lanjutnya, telah berkirim surat kepada Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk menindaklanjuti hal tersebut.
Sedangkan mengenai penilaian terhadap kinerja satu tahun pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Dian dan dirinya, Tuti menungkapkan, dalam memberikan penilaian tidak bisa dipaksakan, dan hal itu merupakan hak setiap pihak.
“Penilaian itu hak masing-masing. Kami menampung aspirasi mahasiswa. Pemerintah tetap bekerja sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku. Dan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik serta masukan sebagai bagian dari proses pembangunan,” ungkapnya. (Redaksi)

