Kuningan – Usai singgah di Gedung Sjahrir, yang menjadi salah satu agenda kegiatan dalam lawatannya ke Kabupaten Kuningan, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mentargetkan akan melakukan revitalisasi terhadap gedung yang menjadi bagian dalam catatan perjalanan sejarah Perundingan Linggarjati itu pada tahun ini.
Dihadapan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wabup Tuti Andriani, SH, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Fadli Zon mengungkapkan, bahwa Gedung Sjahrir memiliki nilai historis dalam perjalanan diplomasi Indonesia, pada masa Perundingan Linggarjati.
Bangunan Gedung Sjahrir diketahui merupakan rumah yang pernah ditempati oleh Sutan Sjahrir saat proses perundingan berlangsung. Sejumlah tokoh penting seperti Soekarno dan Mohammad Hatta juga pernah berada di lokasi tersebut, bersama para perunding internasional.
“Rumah ini sangat bersejarah, menjadi tempat beristirahat para tokoh saat perundingan Linggarjati. Kita berharap ini bisa kita revitalisasi dan ditingkatkan statusnya menjadi cagar budaya nasional,” ungkap Fadli Zon, Jumat (3/4/2026).
Proses revitalisasi itu sendiri, menurut Fadli Zon, akan dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, mulai dari Kementerian Kebudayaan, pemerintah daerah, hingga para ahli pelestarian budaya.
“Ini penting sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah bangsa. Kita targetkan tahun ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Menanggapi rencana revitalisasi tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, bahwa revitalisasi situs sejarah tidak hanya penting untuk pelestarian, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi masa depan daerah.
“Pertama sebagai wahana edukasi bagi generasi muda supaya tidak terputus dari sejarah. Kedua sebagai penguat Kuningan sebagai destinasi wisata. Selain bentang alam yang indah, kita juga punya sejarah perjuangan dan budaya yang panjang,” kata Dian.
Dian berkeyakinan adanya peluang revitalisasi lanjutan pada sejumlah titik, termasuk Gedung Naskah Linggarjati, Museum Cipari, hingga Gedung Kesenian.
“Bahkan saya memiliki visi besar untuk menghadirkan ikon budaya baru di Kuningan. Saya ingin mewujudkan impian saya, yakni berdirinya Museum Angklung pertama di Kuningan,” tutur Dian.
Di akhir kalimatnya Dian menegaskan, jika kunjungan Menteri Kebudayaan selama dua hari, dari tanggal 3 hingga 4 April 2026 ini, menjadi langkah penting dalam mempercepat pengembangan budaya di Kabupaten Kuningan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya di tingkat nasional dan internasional. (Redaksi)

