Kuningan – Anggota UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan berhasil mengevakuasi H. Harun Rasid (60), warga Rt. 16/05, Blok Pon, Desa Bojong Kecamatan Cilimus yang jatuh ke dalam sumur, pada Sabtu malam (25/1/2025), sekitar pukul 21.10 WIB.
Harun Rasid sendiri, kata Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Andri Arga Kusumah, terperosok ke sumur dengan kedalaman ± 9 m, dan berdiameter 1.5 m yang ada di rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB, saat sedang membetulkan alat pompa air.
“Dari pengakuan korban, saat tengah membetulkan pompa air tiba-tiba terpeleset, dan kakinya menempel di dinding sumur,” kata Andri.
Karena di rumah sendirian, lanjut Andri, selama hampir 13 jam Harun menahan diri di dalam sumur, hingga akhirnya sekitar pukul 20.20 WIB ditemukan Teguh, anak korban, yang tengah mencari-cari keberadaan Harun, setelah mendapat kabar dari tetangganya bahwa lampu di rumah orang tuanya itu belum menyala, padahal waktu sudah malam.
“Saat Teguh mengecek rumah orang tuanya, ternyata benar lampu masih padam, lalu masuk ke dalam rumah kemudian menyalakan lampu, saat lampu menyala terdengar suara teriakan orang tuanya minta tolong dari kamar mandi, mendengar teriakan itu Teguh langsung lari ke sumur, disana dia melihat orang tuanya ada di dalam sumur,” tutur Andri.
Sebelum menghubungi pihak UPT Damkar Satpol PP Kuningan, menurut Andri, usaha evakuasi dilakukan terlebih dahulu oleh para tetangga korban, namun karena kurangnya peralatan upaya tersebut gagal, kemudian Dudi, salah seorang tetangga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihaknya.
Sekitar pukul 20.25 WIB, pihak UPT Damkar Satpol PP menerima laporan, yang kemudian Andri bersama 9 anggota piket regu 3 dengan menggunakan 2 randis KR 4, plus peralatan rescue juga peralatan evakuasi. Dan setelah tiba di lokasi pada pukul 21.00 WIB, langsung melakukan evakuasi.
Dijelaskan Andri, sekitar 10 menit, bersama sama anggota BPBD, anggota Polsek Cilimus, aparat juga masarakat setempat upaya evakuasi dilakukan, dan korban bisa terselamatkan sekitar pukul 21.10 WIB. Kemudian korban dilarikan ke RS terdekat oleh pihak keluarga didampingi Perangkat Desa Bojong untuk memastikan kesehatannya lebih lanjut.
“Setelah diperiksa oleh tim RSUD Linggarjati kondisi korban lebih membaik, dengan kondisi yang sudah benar-benar sadar dan dinyatakan sehat akhirnya korban diizinkan pulang,” jelas Andri. (Yud’s)

