Kuningan – Penghargaan bergengsi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Dinas/OPD Lokus Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2024, yang merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja dalam mendukung pengelolaan data statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan relevan bagi pembangunan daerah kembali diraih Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan.
Kepala Distanakan Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, selain mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang diterimanya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi proses pembangunan statistik sektoral Menuju Satu Data Indonesia, di Aula Kantor BPS Kabupaten Kuningan, pada Senin (16/12/2024) itu, dia juga mengakui, jika prestasi tersebut diraih atas kerja keras seluruh tim di dinasnya.
“Kami sangat bangga dapat kembali dipercaya sebagai lokus penilaian EPSS. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, transparansi data, dan mendukung kebijakan berbasis data yang akurat,” ungkapnya.
Menurut Wahyu, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas usaha tim di dinas yang dipimpinnya dalam memastikan data yang dikelola dapat diandalkan.
“Kami akan terus berupaya menjaga kualitas data ini agar dapat menjadi dasar yang kuat bagi pengambilan keputusan, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan,” ujar Wahyu.
Dilain pihak, Kepala BPS Kabupaten Kuningan Irna Afriani, S.Si, ME menjelaskan, bahwa evaluasi pembinaan statistik sektoral Tahun 2024 bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan penghimpunan data statistik yang dilakukan oleh penyelenggara pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Dan sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pengolahan data statistik dalam menunjang keakuratan program pemerintah di tahun mendatang,” jelas Irna.
Sedangkan, tentang Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), kata Irna, merupakan inisiatif dari BPS yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mendorong peningkatan kualitas statistik sektoral di tingkat daerah. Penilaian ini mencakup aspek pengumpulan data, pengolahan, pelaporan, hingga pemanfaatan data untuk mendukung kebijakan pemerintah.
“Adapun hasil EPSS 2024 berupa Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang digunakan sebagai ukuran kinerja penyelenggaraan statistik sektoral. IPS ini juga digunakan sebagai salah satu indikator Kemenpan RB dalam melakukan evaluasi Reformasi Birokrasi General,” kata Irna. (Yud’s)

